06 May 2008

MOZAIK KEHIDUPAN

Setiap peristiwa di jagad raya ini
Adalah potongan-potogan mozaik
Terserak di sana sini,
Tersebar dalam rentang waktu & ruang
Namun,
Perlahan-lahan ia akan bersatu
Membentuk sosok seperti montase Antoni Gauldi

Mozaik-mozaik itu
Akan membangun siapa dirimu, dewasa nanti
Lalu
Apapun yang kau kerjakan dalam kehidupan ini
Akan bergema dalam keabadian…

Maka berkelanalah di atas muka bumi ini
Untuk menemukan mozaikmu!

(Sang Pemimpi – Andrea Hirata)

PILIHAN JALANKU

Ya Allah…. Ridhoilah langkah ini….
Bukannya aku seorang penghianat cita
Bukannya aku ingin membuang asa begitu saja
Bukanya aku memutar haluan tanpa arah

Batu itu terlalu keras
Gunung itu terlalu terjal
Badai itu terlalu buas

Sungguh…
Aku tak ingin mati konyol
Jika harus memaksakan kehendak
Sekarang aku mencoba berhenti
Untuk memikirkan lain strategi
Walau harus memutar arah
Mengulur waktu & jarak

Bukannya aku pengecut!
Tapi aku menjadi terlecut!
Sudah banyak masa kuhabiskan
Hanya berfokus pada tantangan

Sungguh!
Kesenangan & keegoanku telah mengaburkan langkahku!

Sekarang…
Biarkan aku berputar, berbalik arah
Mencari jalan lurus itu!
Jalan kebersamaan, tanpa keegoan
Jalan cinta, tanpa pertengkaran
Jalan damai, tanpa dendam

Sungguh…
Bukannya aku meninggalkan mimpiku
Untuk menakhlukkan dunia…

Maafkan aku kawan…
Karena kini kupilih jalan lain
Yang mungkin akan lebih panjang jaraknya
Bertambah jauhnya dengan cita-cita kita…

Karena kini kusadar
Aku tak sendiri pergi ke sana
Aku bersama amanah yang tak bisa ditinggal begitu saja

Jadi biarkan aku memilih jalan melingkar ini
Jalan yang cenderung tak terjal
Agar aku bisa pergi ke sana
Tanpa meninggalkan amanah yang kuemban…

(azizie, 300408)

ASA DALAM SIMPANG

Di persimpangan lengkahku terhenti
Kakiku terpasung oleh sikap bisumu
Jiwa terantai oleh idealisme citaku
Hati terbelenggu oleh takut & ragu

Akalku berontak
Tangan masih ingin menggapai harapan
Sebuah asa menyeruak di ujung jalan!

Bismillah…
Semoga kutak salah arah
Melangkah ke depan menyongsong cita
Walau dalam hati gundah gulana

O…
Lepaslah masa lalu
Datanglah sinar, hapus bayang
Demi masa depan cerah berbinar!!!


(azizie, 020508)

03 May 2008

VISI & PELAKSANAAN

Mimpi itu…
Visi itu…
Cita itu…
Terasa indah jika mewujud

Namun kusadar,
Bahwa itu adalah sesuatu yang besar
Bahkan sesuatu yang sangat besar!

Seperti halnya Great Wall
Seperti pyramid, juga Borobudur
Yang dibangun dengan penuh perjuangan
Dibangun dengan visi
Entah itu demi sebuah nasionalisme
Sebuah pertahanan harga diri sebuah bangsa
Atau sebuah produk dari kebuadayaan
Atau pula sebuah bentuk pemujaan!

Namun semuanya jelas dibangun dengan visi
Dibuat dengan perencanaan yang matang
Dirancang secara detail

Perjuangan demi sebuah karya besar itu
Adalah kumpulan dari banyak tetes keringat
Kerja keras perancang
Serta andil dari para pelaksana teknis

(azizie, 210408)

02 May 2008

KESULITAN & KEMUDAHAN

Tahukah kawan
Bahwa sesungguhnya kesulitan
Adalah sebuah filter
Untuk mengukur siapakah yang layak
Untuk disebut pahlawan
Untuk mengetahui
Siapakah yang layak
Menjadi orang yang tegar
& yang pasti:
Untuk menentukan
Siapakah yang nanti
Akan menikmati kesuksesan!

Pernahkah kau dengar
Tentang kisah kesuksesan yang datang begitu saja
Tentang kesuksesan yang jatuh begitu saja dari langit?!
Tidak pernah bukan?!

Karena Tuhan selalu memberikan pembelajaran
Dalam setiap kesulitan yang kita hadapi
Kemudian…
Terserah kapada kita
Untuk mengambil hikmah darinya atau tidak!

Mungkin….
Inilah makna dari firman Tuhan (Q.S. 94 : 5-6):
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

TEORI RELATIVITAS

Jika hidup ini seumpama rel kereta api
dalam eksperimen relativitas Einstein,
maka pengalaman demi pengalaman
yang menggempur kita dari waktu ke waktu
adalah cahaya yang melesat-lesat
di dalam gerbong di atas rel itu.

Relativitasnya berupa seberapa banyak
kita dapat mengambil pelajaran
dari pengalaman yang melesat-lesat itu.
Analogi eksperimen itu tak lain,
karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut,
dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong
— ini pendapat Einstein—

maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja,
namun sejauh mana, dan secepat apa
pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang,
hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.

Banyak orang yang panjang pengalamannya
tapi tak kunjung belajar,
namun tak jarang pengalaman yang pendek
mencerahkan sepanjang hidup.
(Andrea Hirata, ENDENSOR)

19 April 2008

ENERGI DENDAM

Terkadang rasa sakit diperlukan
Untuk dapat memotivasi manusia
Memotivasi untuk dapat menggapai sebuah kenyamanan
Sebuah situasi yang bebas dari rasa nyeri

Atau bisa jadi untuk sebagian orang
Rasa sakit bisa menimbulkan dendam
Dendam kepada seseorang/sesuatu yang menimbulkan sakit tersebut
Dendam terhadap kondisi yang menyebabkan rasa itu timbul

Dan ternyata, dendam adalah energi yang sangat dasyat!!!

Energi yang seperti pisau bermata dua….
Orang bisa menjadi sangat berbahaya
Jika dia berfokus untuk membalaskan dendamnya
Kepada penyebab rasa sakitnya

Namun,
Energi ini bisa juga diarahkan
Kepada yang lebih positif
Yakni sebuah pencarian, sebuah pembuktian…
Bahwa rasa sakit itu dapat diubah menjadi sebuah kenyamanan
Dengan membuktikan bahwa kondisi seperti itu dapat diciptakan
Bahkan dengan rasa sakit itu sendiri sebagai bahan bakarnya!

Tetapi….
Tetap saja, yang namanya dendam
Adalah sesuatu yang tidak enak untuk dirasa
Siapa pun tak ingin menyimpan rasa sakit di hati…
Namun, terkadang kita pun tak sadar telah menyimpan rasa itu…
Akan menjadi lebih lega, lebih lapang….
Jika kita bisa memaafkan
Jika kita bisa melupakan
Serta mengganti kebencian & rasa sakit itu
Dengan cinta & kasih saying….

Ah…
Seandainya segalanya semudah itu…
Seandainya semuanya seindah itu….
Semoga!

16 April 2008

EFEKTIVITAS.........

Ketika jiwa menemukan ritmenya
Bak radio yang telah menemukan frekuensinya

Apakah kehidupan ini sekedar menjalani saja?
Apakah tak lebih baik jika semuanya terencanakan?
(Terlepaskan dari apakah rencana itu akan berhasil atau tidak!)

Rentang-rentang waktu yang kulalui
Rasanya telah terlalu elastis kubuat
Mungkin sekarang tiba saatnya untuk menjadi rigid!
Memastikan semuanya berjalan di relnya
Memastikan semuanya ada pada schedule masing-masing

Saatnya untuk benar-benar memanfaatkan
30 hariku dalam sebulan
7 hariku dalam sepekan
24 jamku dalam sehari

Bisakah aku menjawab kebutuhan ini?!
Untuk kembali berkarya untuk umat
Untuk mengelola amanah waktu secara efisien
Untuk memanfaatkan sumber daya secara efektif…

11 April 2008

BAGAIMANA CARANYA?!

Kunci sukses dalam setiap aktivitas
Adalah mengetahui bagaimana
cara untuk melakukan aktivitas tersebut....

tak heran jika tiap kita membeli peralatan
pasti ada guide use-nya
jika kita tidak tahu
bagaimana menggunakan alat tersebut
maka alat tersebut tidak akan berfungsi secara optimal
alih-alih, alat tersebut malah akan rusak!
INTINYA ADALAH CARA!

Islam juga memiliki konsep mengenai hal ini...
Setelah niat yang menempati urutan nomor 1
dalam pencatatan amalan kita oleh malaikat...
Cara menjadi urutan berikutnya!

Bagaimana Islam mengajarkan
Bahwa yang dinilai dalam setiap aktivitas
Bukanlah hasilnya
Melainkan proses/cara.........

Namun tentu kita harus yakin pula
Bahwa aktivitas apapun yang kita lakukan
Bila telah sesuai dengan GUIDE USE
Maka hasilnya akan optimal
Hasilnya akan memuaskan!

10 April 2008

IKHLAS

Jangan tanyakan padaku tentang keilkhlasan!
Karena aku punya pandanganku sendiri!

Dulu kubertanya…
Adakah sebenarnya keikhlasan itu?!
Jika sebuah keikhlasan yang ada…
Selalu diartikan bahwa satu aktivitas, yang dilakukan begitu saja…
Tanpa pamrih…
Hanya menginginkan pahala/ridho Illahi!
Banarkah?!

Bagiku…
Ingin memperoleh ridho itu sendiri adalah sebuah pamrih!

Yup!
Tapi tentu saja itu tidak salah!

Setiap orang selalu memiliki motivasi…
Motivasi adalah motor untuk melakukan aktivitas!
Bahkan aktivitas yang sangat remeh!

Kalau boleh aku bilang…
Bahwa motivasi adalah tujuan antara dalam kehidupan ini…

Bolehkah aku memiliki pemikiran:
Bahwa sebuah aktivitas itu
Boleh saja memiliki 2 tujuan…
I. Untuk Sang Maha Segalanya
II. Untuk sebuah usaha, untuk terus dapat menjalani kehidupan di dunia ini!

Bolehkah hal ini
Kusebut dengan sebuah KEIKHLASAN juga?!

(azizie, 211206)

09 April 2008

Perjalananku (3)

Melihat kemiskinan sangat mudah untuk ditemui di negeri ini…
sangat memprihatinkan memang….
Namun, kembali aku bertanya dalam diri ini…
Apa yang sudah aku perbuat untuk menyumbangkan sesuatu
Kepada negeri ini…
Kepada masyarakat di negeri ini…
Atau minimal kepada masyarakat di sekitarku?

Mungkin benar jika mahasiswa dikatakan sebagai menara gading
Tinggi menjulang ke langit dengan semua idealisme nya…
Namun tak memiliki lampu
yang mampu menjadikan penerang bagi sekitarnya…
yang mampu memperbaiki keadaan di sekitarnya….

(Azizie, 210907)

07 April 2008

Perjalanku (2)

Setiap perjalanan
selalu menjadikan waktu evaluasi bagi diriku…
Karena di sana aku dipaksa untuk duduk & berdiam diri…
Berbeda dengan keseharianku
yang hampir tak pernah bisa diam
dengan semua aktivitasku…
Dalam sebuah perjalanan…
Jika aku tak bisa tidur…
aku tak bisa pula
berkutat dengan computer atau buku
Seperti keseharianku…..

Mau tak mau
aku harus memperhatikan sekelilingku…
Namun, dari situlah
aku bisa mengambil berbagai macam pelajaran
Yang hampir tak kutemui sehari-hari….
Di mana aku bisa berkaca
Kepada setiap perilaku orang yang beraneka macam…

Orang-orang yang sudah asik dengan dirinya sendiri,
karena sudah nyaman dengan tempat duduknya…
Orang-orang yang masih sibuk mencari tempat duduk,
Baik untuk dirinya sendiri atau untuk keluarga/temannya…
Dan ketika kereta telah penuh…
Kita akan bisa dengan jelas melihat
Mana orang-orang yang benar-benar baik hati
Yaitu orang orang yang mau berbagi dengan orang lain
Meski dia tidak mengenal orang tersebut…
Dan ada pula orang-orang yang egois…
Orang-orang yang mau enaknya sendiri…
Acuh tak acuh dengan keadaan sekelilingnya…
Ada pula orang yang berpura-pura tertidur
Di kala ada orang lewat di depannya dengan segala kerepotannya membawa barang-barangnya

Kemudian para pedagang asongan yang lewat…
Betapa mereka bekerja keras untuk meneruskan kehidupan…
Begitu juga dengan para pengamen…
betapa masih terbelakangnya negeri ini…
sebuah potret kemiskinan
yang tergambar hampir di setiap stasiun, terminal maupun pelabuhan
entah itu kemiskinan structural atau cultural…
namun yang jelas sangat mudah ditemui di negeri ini…
(azizie,210907)